Simulasi Aliran Udara pada Lemari Peniris Tahu Tuna dengan Sistem Aliran Udara Paksa

Publikasi Ilmiah No Comments

Judul: Simulasi Aliran Udara pada Lemari Peniris Tahu Tuna dengan Sistem Aliran Udara Paksa

Penulis: I Made Susi Erawan dan Tri Nugroho Widianto

Publikasi: Prosiding Konferensi dan Seminar Nasional Teknologi Tepat Guna Tahun 2016

Abstrak:

Proses penirisan tahu tuna setelah perebusan merupakan salah satu proses kritis yang menentukan kualitas akhir produk. Simulasi bertujuan untuk mendapatkan data profil fluid thermal conductivity, heat transfer coefficient, dan specific heat dari aliran udara ketika proses penirisan tahu tuna setelah proses perebusan di dalam lemari peniris sehingga dapat digunakan sebagai dasar dalam perancangan lemari peniris lebih lanjut. Aliran udara paksa di dalam lemari peniris dilakukan menggunakan fan (kipas angin) listrik dengan arah aliran udara tegak lurus dengan posisi tahu. Metode yang dilakukan pada simulasi meliputi pembuatan model 3d lemari peniris, pembentukan volume fluida, penentuan kondisi batas, penentuan parameter ukur, dan eksekusi program. Adapun Parameter Termodinamika (initial condition) yang dipergunakan ditentukan sebagai berikut: 1) static pressure 101325.00 Pa, 2) suhu 30.00 °C, 3) kecepatan aliran udara arah sumbu X sebesar 0 m/s, 4) kecepatan aliran udara arah sumbu Y sebesar 0.400 pm/s, 5) kecepatan aliran udara arah sumbu Z sebesar 0 m/s, 6) Dengan variabel bebas untuk turbulensi: Intensitas 2.00 �Panjang 0.009 m, Tipe aliran Laminar dan Turbulen, humiditas (kelembaban udara) diasumsikan seragam, tipe fluida Gas/Uap/Gas sejati, Fluida udara dan 7) variabel terikat adalah fluid thermal conductivity, heat transfer coefficient, dan specific heat. Hasil perhitungan nilai parameter secara minimum dan maksimum masing-masing sebagai berikut: tekanan udara 99045.91 Pa dan 107633.13 Pa, densitas 1.08 dan 1.24 kg/m3, suhu Udara 28oC dan 55oC, kalor spesifik (Cp) 1007.0 Jkg-1K-1 dan 1008.6 Jkg-1K-1. Hasil simulasi menunjukkan konduktifitas termal udara terbesar pada area rak ke 4 sebesar 0.02845 W/(moK) dan terendah pada rak ke-1 sebesar 0,0279 W/(moK). Heat transfer coefficient terbesar terjadi pada area rak ke-1 sebesar 1,240 (W/m^2/K) dan terendah sebesar 0,260 (W/m^2/K) pada area rak ke-4. Parameter specific heat terbesar dan terkecil ditunjukkan pada area rak ke-1, masing-masing sebesar 1008.58 (J/(kg*K) dan 1008.53 (J/(kg*K).

Hits: 34