Kajian Metode Pengolahan Citra Mata Ikan dengan Parameter Region Properties Untuk Menentukan Tahap Kemunduran Mutu Ikan Tuna (Thunnus sp.)

Publikasi Ilmiah No Comments

Judul: Kajian Metode Pengolahan Citra Mata Ikan dengan Parameter Region Properties Untuk Menentukan Tahap Kemunduran Mutu Ikan Tuna (Thunnus sp.)

Penulis: I Made Susi Erawan dan Koko Kurniawan

Publikasi: Prosiding Seminar Nasional Tahunan XIII Hasil Penelitian Perikanan dan Kelautan (Semnaskan UGM) Tahun 2016

Abstrak:

Metode pengolahan citra ikan untuk menentukan status kemunduran mutu ikan merupakan suatu metode yang melibatkan tahap pra pengolahan, ekstraksi fitur, dan pengklasifikasian. Tahap yang sangat penting diperhatikan adalah mengubah citra piksel mata ikan menjadi suatu nilai yang dapat menjelaskan perubahan nilai kemunduran mutu ikan berbasis waktu penyimpanan. Tujuan penelitian adalahmengkaji penggunaan suatu metode pra pengolahan dengan operasi morfologi citra yang dikombinasikan dengan proses ekstraksi fitur untuk mendapatkan data awal dalam melakukan kajian kemunduran mutu ikan tuna (Tunnus sp.). Penelitian dilaksanakan selama bulan April 2016. Pada peneltian ini dilakukan suatu metode pra pengolahan dengan operasi morfologi citra dan ekstraksi fitur sebagai dataawal dalam melakukan kajian kemunduran mutu ikan tuna (Tunnus sp.). Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini meliputi pengambilan citra ikan dengan kamera Olympus PEN Lite E PL6 pada kotak pengambilan citra berdimensi 550 mm x 490 mm x 224 mm dengan posisi tetap, proses cropping dan resize citra, konversi citra RGB menjadi grayscale, proses morfologi citra, dan dilanjutkan dengan ekstraksi fitur. Proses cropping dan resize citra digunakan untuk mendapatkan citra dengan ukuran dimensi yang sama. Proses konversi citra RGB menjadi grayscale akan menghasilkan citra abu-abu yang akan dipergunakan pada operasi morfologi. Operasi morfologi citra yang dilakukan meliputi kombinasi fungsi openning dan filling dilanjutkan dengan proses masking. Proses ekstraksi fitur dilakukan untuk mengolah citra hasil operasi morfologi sehingga akan dihasilkan 4 parameter geometri berbasis region properties yaitu eccentricity, area, solidity, dan convex area sebagai variabel terikat sedangkan lama penyimpanan selama 7 jam menjadi variabel bebas. Masing-masing variabel selanjutnya dicari koefisien korelasinya untuk mendapatkan pola penurunan kesegaran ikan berdasarkan aspek organoleptik selama penyimpanan. Dari hasil ekstraksi fitur menunjukkan bahwa parameter eccentricity memiliki kisaran nilai 0,3980 hingga 0,5987, area memiliki nilai kisaran 52478,75 hingga 63726,50, solidity memiliki kisaran 0,9657 hingga 0,9824, dan convex area berkisar 54345 hingga 64869,50. Dari hasil pengujian koefisien korelasi antara lama simpan dengan parameter ekstraksi fitur memiliki korelasi tertinggi sampai terendah yaitu sebesar 0,6805 untuk convex area, 0,6584 untuk area, 0,2619 untuk solidity, dan 0,1030 untuk eccentricity. Dari hasil uji korelasi antara masing-masing paramter region properties dengan nilai organolpetik tersebut terlihat bahwa keempat parameter region properties yang diuji kurang menunjukkan hubungan linier sehingga perlu dikaji model hubungan yang lebih sesuai dengan pendekatan parameter lain dari region properties atau menggunakan metode ekstraksi fitur yang berbeda.

Hits: 92